Fesyen, Musik, dan Hujan di Jakcloth Year End 2013

| Sabtu, 01 Februari 2014

Hujan di bulan Desember, dengerin musik, dan belanja. Tiga frasa tadi ternyata bisa membentuk satu asosiasi yang keren. Apa? Yup! Jakarta Clothing Expo, atau biasa disebut Jakcloth. Acara para belanjaers dan musikers ini digelar di Parkir Timur Senayan, 5-8 Desember 2013 kemarin. Pada dateng, nggak?

Acara ini adalah kolaborasi mematikan, memadukan musik dan fesyen menjadi satu. Yang pasti, para pengunjung yang datang punya banyak kesan cerita dan kenangan tentang acara ini.

Dalam kondisi hujan yang setia mengguyur setiap penghujung tahun, para pengunjung yang kebanyakan anak muda gak gentar basah-basahan demi melihat performance dari band favorit mereka. Gokil bro!


Tiara Ayu, vokalis band Starlit memberi surprise para penggemarnya dengan bernyanyi di tengah penonton.

Oh iya, ngomongin band, seperti biasa, acara akbar ini selalu menampilkan band indie/majorlokal dan Internasional yang terpisah pada 8 stage. Untuk tahun ini Jakcloth menggandeng Total Fat (JPN), Bunk Face (MAL), Killing Me Inside, Maliq and D’Essentials, Ari Lasso, Payung Teduh, Starlit, dll. Pokoknya semua genre ada di sini mulai dari yang bikin ngantuk sampai yang bikin kita pengin tutup telinga.


Para penonton kompak nyanyi bareng lagu-lagu Maliq and D’Essentials.


Last Child sendu membawakan lagu Seluruh Nafas Ini


Ari Lasso ngajakin penonton meneruskan lirik nyanyiannya.


Killing Me Inside bernostalgia membawakan lagu-lagu lamanya!


Starlit featuring Sanji The Dramma. Penampilan mereka keren deh serius.


Di tengah gerimis, Payung Teduh membuat suasana makin romantis.

“Gue selalu belajar dari penonton bagaimana cara menghibur mereka. Meskipun hujan turun mereka rela hujan-hujanan demi nonton Payung Teduh, gue salut untuk Jakcloth tahun ini,” ucap Is  vokalis Payung Teduh seraya tersenyum mengingat crowd para penonton.

Kalo tadi ngomongin musik, sekarang ngomongin pakaian. Di Jakcloth EYS ada sekitar 350booth brand fesyen lokal yang gak mungkin kami sebutin namanya satu-satu. Udah gitu banyak diskon, cocok banget buat kamu-kamu ngabisin uang di sana. Gak perlu mesen lama-lama dionline shop bro-sist, cuma perlu dateng terus langsung gesek ATM, borong deh.


Kurang rame apa coba?


Bono The Pirate, desain bajunya lucu-lucu.


Schitzo Apparel, salah satu booth yang paling ramai pengunjung.

“Jakcloth dari tahun ke tahun makin gokil guest star-nya, gue salut untuk Year End Sale ini meskipun hujan pengunjungnya tetap ramai. Dan alhamduliillah, booth gue ramai terus,hehehe,” ujar Raka Cyril, gitaris Vierratale sekaligus pemilik booth Schitzo Apparel.

Dari segi acara, Jakcloth masih jadi acara yang selalu ramai digandrungi anak-anak muda masa kini. Karena mengkolaborasikan musik yang nggak ada di televisi, dan juga brand fesyen gaul nan keren terkini. Ini adalah hal yang sangat disukai anak muda.

Sampah, sendirian dalam kondisi kering aja dilihatnya udah nyebelin, apalagi dalam kondisi basah karena hujan. Karena diadainnya di penghujung tahun yang notabene cuacanya hampi pasti hujan, lebih enak kalau banyak petugas kebersihan yang dikerahkan, supaya gak banyak sampah yang bikin para pengunjung gak nyaman, dan juga kotor pas becek-becekan sambil desak-desakan. Tapi yang lebih wajib lagi sih kesadaran bersama buat nggak buang sampah sembarangan di event apa pun.

Oh iya hampir lupa, petugas keamanannya juga banyakin om, supaya gak ada copet. Tolong juga amankan tangan-tangan yang sedang gandengan dan rangkul-rangkulan, bikin para jomblo sakit aja.

Semoga tahun depan acara Jakcloth lebih baik lagi, banyakin guest star luarnya yang keren juga, supaya sebanding dengan harga tiket yang udah naik goceng. Kamu-kamu dapet salam nih dari Ivan, Comi, dan Is Payung Teduh.


Sampai ketemu di Jakcloth berikutnya, kalo ketemu kami sapa-sapa ya...

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev

Popular Posts

▲Top▲